Bali, 12–15 November 2025 — Golden Gate School (GGS) Makassar kembali membuktikan konsistensinya sebagai sekolah berprestasi . Pada ajang International Science and Invention Fair (ISIF) ke-7) yang digelar di Bali, tiga tim perwakilan GGS Makassar sukses membawa pulang dua medali emas dan satu medali perak. Capaian ini sekaligus mempertegas budaya riset unggul yang telah lama melekat di lingkungan sekolah.
Ajang ISIF tahun ini diikuti oleh lebih dari 350 tim dari 27 negara di kawasan Asia, Eropa, hingga Amerika. Kompetisi berlangsung sangat ketat, dengan hadirnya karya-karya ilmiah inovatif dari berbagai bidang. Meski demikian, para siswa GGS Makassar tampil percaya diri dan mampu menunjukkan kualitas riset yang kuat serta relevan dengan isu-isu global. Persiapan intensif dilakukan sejak Agustus hingga November 2025, dan hasilnya terbayar dengan prestasi membanggakan.
Tiga tim yang bertanding mewakili tiga bidang riset berbeda:
1. Pemanfaatan Jeroan Ikan sebagai Pupuk Organik (Medali Emas)
Dibimbing oleh Richsan dengan ketua tim Lady, penelitian ini mengangkat inovasi pemanfaatan jeroan ikan menjadi pupuk organik cair berbasis ekonomi sirkular. Produk ini menjadi inovasi pertama di Indonesia Timur yang mengolah limbah organik tak terpakai menjadi pupuk ramah lingkungan. Riset ini dinilai relevan dengan agenda pertanian berkelanjutan serta sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 di bidang lingkungan.

2. Mangrove Carbon Credit for Coastal Resilience (Medali Emas)
Tim yang dibimbing oleh Kadek dengan ketua tim Lovely mengkaji peran hutan mangrove dalam menyerap karbon dan memperkuat ketahanan wilayah pesisir. Penelitian ini menegaskan pentingnya ekosistem pesisir sebagai pilar ketahanan lingkungan di masa depan, sekaligus membuka peluang inovasi di sektor ekonomi hijau.

3. Kondisi Ekonomi Keluarga dan Stres Akademik Remaja (Medali Perak)
Dibimbing oleh Fauziah dan dipimpin oleh Jessica Audrey, tim ini meneliti pengaruh faktor ekonomi keluarga terhadap tingkat stres akademik siswa. Kajian ini memberikan perspektif baru mengenai dinamika psikologis pelajar dan pentingnya dukungan keluarga dalam keberhasilan pendidikan.

Kepala Sekolah Golden Gate School Makassar, Muhammad Richsan, menyampaikan apresiasi mendalam atas kerja keras para siswa dan guru pendamping.
“Sejak pertama kali berpartisipasi di ISIF, Golden Gate School Makassar tidak pernah absen meraih medali. Budaya emas ini telah terjaga sejak 2019 dan terus berlanjut hingga hari ini. Prestasi ini lahir dari kerja keras guru pendamping, ide-ide cemerlang yang mereka arahkan, serta dedikasi para siswa yang berlatih tanpa kenal lelah.”
Ia menegaskan bahwa riset di GGS Makassar selalu diarahkan untuk memberi dampak nyata.
“Setiap penelitian yang kami hasilkan selalu kami implementasikan di lingkungan sekitar. Bagi kami, riset adalah karya yang hidup dan memberi manfaat, bukan sekadar untuk diperlombakan.”
International Science and Invention Fair (ISIF) merupakan kompetisi ilmiah internasional yang diselenggarakan oleh Indonesian Young Scientist Association (IYSA). Tahun 2025 menjadi penyelenggaraan ke-7, menghadirkan peneliti muda dari berbagai negara untuk memamerkan inovasi terbaik mereka.
Kemenangan dua emas dan satu perak ini semakin memperkokoh posisi Golden Gate School Makassar sebagai sekolah yang unggul dalam penelitian ilmiah tingkat internasional. Keberhasilan tersebut memberi dorongan baru bagi sekolah untuk terus mengembangkan budaya riset dan inovasi, sekaligus menjadi inspirasi bagi siswa-siswa lainnya untuk berani berkarya dan berinovasi.

Bahasa
English
